Pentingnya ASI Eksklusif untuk Si Buah Hati


Anda seorang ibu? Baru saja melahirkan anak pertama? Maka anda harus tahu bahwa ASI eksklusif memberikan peran yang besar terhadap perkembangan dan kesehatan si buah hati. ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun hanya air putih, sampai bayi berumur 6 bulan.

ASI Eksklusif Menurunkan Risiko Penyakit Infeksi

ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab. Orang tua juga harus mulai menyadari dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak diberikan. Data empiris penelitian bertahun-tahun menunjukkan bahwa pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan memiliki peran vital bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif sampai 6 bulan lebih kebal terhadap bermacam infeksi saluran pernafasan dan pencernaan. Berdasarkan penelitian kohort yang telah dilakukan oleh Duijts dkk (2011), bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko 0.65 kali lebih rendah menderita infeksi saluran nafas atas, 0.50 kali lebih rendah menderita infeksi saluran nafas bawah, dan 0.41 lebih rendah menderita infeksi saluran pencernaan.

ASI Sampai 2 Tahun Membantu Bayi Lebih Sehat

Meskipun ASI eksklusif wajib diberikan sampai bayi berusia 6 bulan, WHO menyarankan pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai bayi berumur 2 tahun. Risiko infeksi cenderung menurun pada bayi yang mendapatkan ASI sampai 2 tahun. Penelitian WHO oleh Chantry dkk (2006) melaporkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI selama 4 - 6 bulan memiliki risiko sedikitnya 1,95 kali lebih besar menderita berbagai macam penyakit infeksi dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI sampai 2 tahun. Selain itu, Fewtrell dkk (2007) juga menegaskan bahwa bayi yang mendapatkan ASI sampai umur 2 tahun memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik bila dibandingkan dengan bayi yang hanya mendapatkan ASI selama 6 bulan. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya transfer komponen sistem imun yang berasal dari ASI.

Transfer Komponen Sistem Imun Melalui ASI

Seperti yang kita ketahui dengan ibu memberikan ASI-nya secara optimal maka ibu akan mentrasfer komponen imunitasnya kepada si bayi, sehingga bayi cenderung lebih sehat dan kebal. Hal ini tidak lepas dari peran Secretory Immunoglobulin A (sIgA) sebagai komponen utama pada ASI. sIgA sendiri merupakan salah satu sub tipe immunoglobulin A yang berfungsi sebagai agen pertahanan tubuh di mukosa. sIgA adalah antibodi yang paling banyak diproduksi oleh tubuh melalui sistem mukosis, terutama pada mucosal-associated lymphoid tissues (MALT). Pada orang dewasa, sIgA banyak ditemukan pada air mata, air liur, dan mukosa saluran pernafasan dan pencernaan (usus). sIgA melindungi permukaan mukosa tubuh dengan mencegah penempelan antigen asing ke membran mukosa. slgA membatasi melekatnya bakteri sptreptokokus oral, gonococci dan anggota enterobacteriaceae pada sel epitel yang terisolasi, menetralkan racun dan virus-virus dalam rongga mulut.

Pribylova dkk (2012) menegaskan bahwa sIgA merupakan salah satu immunomodulator pada ASI yang dapat melindungi bayi dari berbagai jenis kuman dan virus. Mereka juga menegaskan bahwa struktur sIgA pada ASI manusia tidak dapat disintesa dari protein mamalia lainnya meskipun mayoritas hasil sintesa tersebut direaksikan dengan protein kompleks seperti : piruvat dehidrogenase , E3-ubiquitin ligase, antigen hati sitosol, protein leukemia promyelocytic dan nuclear pore glikoprotein-210. Dengan kata lain spektrum yang luas dari autoantibodi alami ini tidak bisa digantikan dengan antibodi sintesis pada susu formula.

Berdasarkan keterangan Brandtzaeg dkk (2007), sIgA pada ASI juga memegang peran penting dalam proses pematangan sistem imun pada bayi. Beberapa penelitian cross sectional menunjukkan bahwa sIgA dari ASI dapat merangsang pembentukan IgG dan IgM pada bayi yang berusia < 2 tahun. Ringkasnya selain melindungi bayi dari infeksi bakteri dan virus, pemberian ASI yang optimal juga dapat membantu pematangan sistem imun pada bayi berusia kurang dari 2 tahun.

Referensi :
1) Duijts L et al. 2010. Prolonged and Exclusive Breastfeeding Reduces the Risk of Infectious Diseases in Infancy. Pediatrics. Vol. 126 No. 1(1). Pp. e18-e25
2) Chantry CJ, Howard CR, Auinger P. 2006. Full breastfeeding duration and associated decrease in respiratory tract infection in US children. Pediatrics. Vol. 117. Pp 425–32.
3) Pribylova J, Krausova K, Kocourkova I, Rossmann P, Klimesova K. 2012. Colostrum of healthy mothers contains broad spectrum of secretory IgA autoantibodies. J Clin Immunol. Dec; 32(6). Pp 1372-80
4) Fewtrell MS, Morgan JB, Duggan C. 2007. Optimal duration of exclusive breastfeeding: what is the evidence to support current recommendations? Am J Clin Nutr. vol. 85:2. Pp 635S-638S
5) Brandtzaeg, P. 2007. Do salivary antibodies reliably reflect both mucosal and systemic immunity? Ann N Y Acad Sci. 1098, Pp288-311.

Related

Tips 5059438227610601448

Posting Komentar

emo-but-icon

item