Gejala Usus Buntu Tiba-Tiba Menghilang


"Apendisitis" orang-orang lebih sering mengenalnya sebagai usus buntu. Penyakit ini merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering di dunia medis, dapat mengenai semua umur baik laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering menyerang laki-laki berusia antara 10-30 tahun.

Banyak hal yang berperan sebagai faktor pencetus usus buntu, Beberapa penelitian menyebutkan usus buntu dapat disebabkan infeksi bakteri, variasi genetik pada individu, hiperplasia (pembesaran) jaringan, fekalit (feses yang kering dan mengeras), tumor, dan cacing ascaris lumbricoides.

Gejala pada Usus Buntu

Gejala awal yang khas adalah nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah lambung atau di sekitar pusar. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual, bahkan terkadang muntah, dan pada umumnya nafsu makan menurun. Kemudian dalam beberapa jam, nyeri akan beralih ke kanan bawah, ke titik Mc Burney. Di titik ini nyeri terasa lebih tajam dan jelas letaknya. Pada 50-60% kasus, dapat disertai mual dan muntah karena gangguan aktivitas saluran pencernaan. Sisanya dapat mengalami demam dengan suhu antara 37,2 – 38 C. Karena letak usus buntu pada tiap individu berbeda-beda, ada beberapa gejala yang dapat timbul secara khas bergantung pada letak apendiks yang meradang.

Mengapa Gejala Tersebut dapat Timbul?

Pada dasarnya appendisitis adalah suatu proses penyumbatan usus buntu oleh lendir. Dalam perjalanan penyakitnya, lendir tersebut terakumulasi sehingga menyebabkan peningkatan tekanan dalam usus buntu. Tekanan yang meningkat akan menghambat aliran limfe yang mengakibatkan pembengkakan dan memudahkan diapedesis bakteri patogen. Pada saat inilah terjadi gejala untuk pertama kalinya.

Bila sekresi lendir terus berlanjut, tekanan dalam usus buntu akan terus meningkat, terjadi obstruksi pembuluh darah vena, bakteri akan lebih mudah menembus dinding usus buntu. Jika dinding usus paling dalam berhasil diinvasi bakteri maka akan muncul gejala nyeri tekan yang khas pada perut kanan bawah.

Jika Gejala Usus Buntu Menghilang Tiba-Tiba

Ketika gejala khas usus buntu mulai menghilang tiba-tiba selain kemungkinan sembuh maka anda harus waspada terhadap kemungkinan penyakit lain yang lebih serius. Pada beberapa kasus, gejala usus buntu yang menghilang tiba-tiba dapat berkembang menjadi infiltrat periapendikuler.

Infiltrat periapendikuler adalah masa infiltrat akibat proses peradangan usus buntu yang dibatasi oleh lapisan-lapisan dalam selaput di rongga perut (omentum, usus halus, dan peritoneum). Pada keadaan ini gejala usus buntu memang mereda dan menghilang akan tetapi peristiwa ini menandai adanya perlengketan usus buntu dengan organ-organ disekitarnya. Pada saat ini akan teraba benjolan seperti tumor di perut kanan bawah penderita.

Benjolan ini terjadi karena bakteri yang terdapat pada usus buntu diinfiltrasi ke organ sekitarnya untuk menetralkan proses peradangan. Proses ini tidak menguntungkan bagi tubuh, seandainya terdapat bakteri patogen yang masih aktif saat infiltrasi, bakteri dapat menyebar ke organ-organ sekitarnya. Keadaan semakin serius jika bakteri berhasil masuk ke pembuluh darah hepatica dan menginfeksi hepar (hati), kalangan medis mengenalnya dengan istilah le' foei appendicullare. Peristiwa ini sangat mungkin mempercepat kematian.

Nah, bagi anda yang memiliki gejala-gejala usus buntu sebaiknya memperhatikan hal ini dan tidak bertindak ceroboh. Sebaiknya anda sesegerea mungkin memeriksakan diri ke tenaga medis yang berkompeten apabila gejala usus buntu menghilang secara tiba-tiba. (nfh)

Referensi :
1. Booij KA, van Eeden S, Ghazi HE, Ten FJ, Aronson DC. An unusual presentation of a periappendicular infiltrate. Ned Tijdschr Geneeskd. 2008. 27; 152(39): 2133-7.
2. Varsamidakis NK, Zevlas AN, Kostopanagiotou KE, Crockett JR. Acute appendicitis and periappendicular abscess in an incarcerated recurrent inguinal hernia. Hellenic Journal of Surgery. 2011. 83(3): 175-8.
3. Bahram. Evaluation of early surgical management of complicated appendicitis by appendicular mass. Int J Surg. 2011. 9(1): 101-3.
4. Vukmir RB. Pyogenic hepatic abscess. Ann Emerg Med. 1991. 20: 421-288.

Related

Artikel 1093372018009093734

Posting Komentar

emo-but-icon

item